Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

JERUK dan GIGI

Gambar
Musin hujan telah datang. Beberapa daerah bahkan sudah mendapat kunjungan rutin dari sang banjir. Dan bulan ini sudah memasuki bulan Muharram dalam penanggalan Khomariyah. Orang Jawa biasa menyebutnya sebagai bulan Suro. Suatu bulan yang dianggap penuh mistik. Para sesepuh banyak yang berpesan agar meningkatan kewaspadaan karena bulan Suro itu bulan yang wingit, banyak mara bahaya dimana-mana. Tapi sebagai orang muda yang sok jadi pemikir aku merenungkan ucapan para pini sepuh itu.  Hasilnya......., masih saja hati ini nyrekal alias membantah. Memangnya ada bulan lain yang tak wingit? Buktinya di bulan lain masih banyak terjadi kecelakaan, kebakaran, kelaparan, kerusuhan. Di bulan lain masih ada orang yang sakit, kecopetan, kena todong, tertipu dan kena rampok, baik sporadis maupun tersistem. Dan di waktu lain Malaikat Isro’il juga sibuk menjemput orang-orang yang telah habis masa kontraknya di dunia. So selalu ada bahaya mengintai di setiap saat. Di bulan yang “pe...

Manis Tak Selalu Berujung Manis

Gambar
Indonesia memang kaya dengan khasanah budaya. Demikian juga dengan ragam makanan tradisionalnya.  Anda bisa memilih cita rasa pedas, asin, gurih, asam atau pun yang manis. Dan untuk urusan yang manis-manis tentu tak bisa lepas dari gula. Dan gula ini pun ada banyak pilihan di pasaran. Dari segi bahan kita mengenal gula jawa yang terbuat dari nira, dan gula pasir yang berasal dari pengolahan tebu. Dan belakangan ini hadir gula rafinasi yang hasil impor. Memang negara kita yang super kaya dan subur ini belum mampu swasembada gula. Bayangkan saja! Untuk tahun 2013 saja diperkirakan Indonesia masih membutuhkan 2,8 juta ton gula rafinasi. Walau begitu orangnya tetap manis-manis saja,......he,he,he....... Masyarakat pun sempat dibuat heboh saat gula rafinasi mejeng di pasaran. Hal ini disebabkan kurangnya informasi terhadap masyarakat. Waktu itu memang ada impor gula rafinasi yang full siap pakai dan gula mentah yang harus melalui proses tambahan di dalam negeri sebelum siap dil...

Benarkah Alkohol Membuat Anda Gagah?

Gambar
Tengah malam datang SMS ke HP yang mengabarkan bahwa seorang teman kerja harus masuk rumah sakit lantaran kecelakaan saat pulang kerja. Giginya rontok 3 lantaran terlampar dari motor dan mendarat pada sebatang pohon di tepi jalan. Penyebabnya: mengemudi dalam pengaruh minuman keras! Semakin dilarang semakin menantang untuk dilanggar. Tampaknya itulah yang marak terjadi dalam masyarakat kita. Motifnya agar tampil bak “jagoan”. Demikian juga dalam hal minuman keras alias minuman beralkohol. Miras masih marak beredar dalam masyarakat, meskipun  Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden No 3 Tahun 1997 tentang tata niaga minuman beralkohol. Namun dengan Kepres ini pemerintah tampaknya masih gamang dalam memberantas miras dari bumi Pertiwi, terbukti dengan masih diperbolehkannya miras golongan A – dengan kandungan alkohol 0-5 % - beredar bebas di masyarakat. Bahkan beberapa daerah yang mengeluarkan Perda tentang pelarangan miras –meski masuk golongan A- dianggap “mbalelo”...